MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
MANAJEMEN
SUMBER DAYA MANUSIA
Manajemen
sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai suatu proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian sumber daya dalam rangka
pencapaian tujuan organisasi (Pujangkoro, 2004 dalam Sari 2009)
Proses
tersebut mencakup kegiatan-kegiatan perencanaan dan pengadaan tenaga kerja,
seleksi dan penempatan pegawai, pengembangan personil melaluipendidikan dan
pelatihan, integrasi personil kedalam organisasi dan pemeliharaannya (termasuk
pemberian imbalan), penilaian terhadap hasil kerja serta pengembangan karir
serta pemberhentian personil.
Analisis Jabatan
Analisis
jabatan adalah sutu kegiatan untuk mencatat, mempelajari dan menyimpulkan
keterangan-keterangan atau fakta-fakta yang berhubungan dengan masing-masing
jabatan secara sistemastis dan teratur. Informasi tersebut dapat diperoleh dari
beberapa sumber yaitu:
- 1. Pekerjaan itu sendiri dan buku catatan harian
- 2. Pegawai yang bersangkutan
- 3. Orang yang pernah melaksanakan pekerjaan itu
- 4. Atasan langsung dari pegawai yang bersangkutan
Analisis
jabatan selain memberikan manfaat bagi organisasi, analisis jabatan juga
bermanfaat bagi pegawai untuk mencapai tujuan-tujuan pribadinya. Dengan
ditempatkan pada jabatan yang sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki, berarti
para pegawai tersebut telah diberikan kesempatan untuk mengembangkan dirinya
dan mereakisasikan potensinya seoptimal mungkin. Analisis jabatan dibagi
kedalam 2 elemen, yaitu:
1.
Uraian Jabatan (Job Description)
2.
Spesifikasi Jabatan (Job Spesification) atau persyaratan
jabatan (Job Requirement)
Uraian
Jabatan (Job Description)
Uraian jabatan adalah suatu catatan yang
sistematis tentang tugas dan tanggung jawab suatu jabatan tertentu, yang
ditulis berdasarkan fakta-fakta yang ada (Pujangkoro, 2004 dalam Sari 2009).
Penyusunan uraian jabatan ini adalah sangat penting, terutama untuk
menghindarkan terjadinya perbedaan pengertian, untuk menghindari terjadinya
pekerjaan rangkap, serta untuk mengetahui batas-batas tanggung jawab dan
wewenang masing-masing jabatan. Sebuah deskripsi jabatan merupakan suatu
pernyataan tertulis tentang yang sesungguhnya dilakukan pemegang jabatan, cara
dia melakukannya, dan dalam kondisi pekerjaan itu dijalankan.
Deskripsi jabatan bukan sekedar
menjelaskan tentang suatu jabatan, akan tetapi juga menjelaskan lebih lanjut
tentang tugas-tugas, tanggung jawab, wewenang dan sebagainya. Oleh karena itu,
diharapkan setiap karyawan/pegawai yang mengaku jabatan tersebut akan memahami
batas-batas antara lain dari tugas-tugas, tanggung jawab serta wewenangnya. Hal
ini tentu untuk menghindari terjadinya overlapping
aantara jabatan yang satu dengan
jabatan yang lainnya. Deskripsi jabatan yang disusun merupakan landasan atau
pedoman pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, maka
penyusunan deskripsi jabatan untuk suatu jabatan tertentu tidak lepas dari
format satandar yang harus dipenuhi. Formatstandar yang baku dan berlaku untuk
semua organisasi tidak semua memilikinya, namun secra umum deskripsi jabtan
memuat hal-hal seperti identifikasi jabatan, ringkasan jabatan, standar kerja,
dan kondisi kerja.
Spesifikasi/ Persyaratan Jabatan (Job Spesification/ Requirement)
Spesifikasi
jabatan adalah persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh orang yang
menduduki suatu jabatan, agar dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan
kepadanya dengan baik. Spesifikasi jabatan ini dapat disusun secara
bersama-sama dengan uraian jabatan, tetapi dapat juga disusun secara terpisah
(Pujangkoro, 2004 dalam Sari 2009). Beberapa hal yang pada umumnya dimasukan
dalam spesifikasi jabatan adalah:
- 1. Persyaratan pendidikan, latihan dan pengalaman kerja
- 2. Persyaratan pengetahuan dan keterampilan
- 3. Persyaratan fisik dan mental
- 4. Persyaratan umur dan jenis kelamin
Uraian jabatan
dan spesifikasi jabatan sebagai hasil dari analisis jabatan mempunyai banyak
manfaat, antara lain:
- 1. Sebagai dasar untuk melakukan evaluasi jabatan
- 2. Sebagai dasar untuk menentukan standard hasil kerja seseorang
- 3. Sebagai dasar untuk melakuan rekrutmen, seleksi dan penempatan pegawai baru
- 4. Sebagai dasar untuk merancang program pendidikan dan latihan
- 5. Sebagai dasar untuk menyusun jalur promosi
- 6. Sebagai perencanan perubahan-perubahan dalam organisasi dan penyerderhanaan kerja
- 7. Sebagai dasar untuk mengembangkan program kesehatan dan keselamatan kerja.
Nilai
strategi job description terhadap
aktivitas lain, yaitu:
a.
Rekrutmen, untuk
memahami secara benar tuntutan jabatan yang diperlukan sehingga lebih mudah
mencarari atau menilai jenis orang yang sesuai memegang jabatan tersebut.
b.
Pelatihan, untuk
menentukan jenis pelatihan yang membantu pemegang jabatannya agar lebih baik
dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
c.
Assesment,
untuk mengukur prestasi dan kompetensi
kerja pegawai saat ini.
d.
Perencanaan karir, untuk
menata jabatan-jabatan yang ada agar setiap pemegang jabatan saat ini mempunyai
arah yang jelas (minat dan kompetensinya) dalam meniti karir dimasa mendatang.
e.
Perencanaan organisasi,
untuk menyusun perencanaan pengembangan organisasi yang ada saat ini dalam
menghadapai tantangan dan tutuntuan organisasi yang baik dari segi internal
maupun eksternal.
f.
Evaluasi jabatan, untuk
menilai/memberi bobot suatu jabatan dibandingkan dengan jabatan lainnya.
g.
Performance
appraisal, untuk menjadi pedoman bagi atasan
menilai kerja.
PROSES
BISNIS
Menurut Davenport (1993) proses bisnis adalah
“aktivitas yang terukur dan terstruktur untuk memproduksi output tertentu untuk kalangan pelanggan tertentu. Terdapat di
dalamnya penekanan yang kuat pada “bagaimana” pekerjaan itu dijalankan di suatu
organisasi, tidak seperti fokus dari produk yang berfokus pada aspek “apa”.
Suatu proses oleh karenanya merupakan urutan spesifik dari aktivitas kerja
lintas waktu dan ruang, dengan suatu awalan dan akhiran, dan secara jelas
mendefinisikan input dan output.”
Definisi
dari Hammer dan Champy’s (1993) bisa
dianggap merupakan turunan dari definisi Davenport. Mereka mendefinisikan
proses sebagai “kumpulan aktivitas yang membutuhkan satu atau lebih inputan dan
menghasilkan output yang bermanfaat/bernilai bagi pelanggan.”
Beberapa karakteristik umum yang dianggap
harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:
1.
Definitif yaitu, suatu
proses bisnis harus memiliki batasan, masukan,
serta keluaran yang
jelas.
2. Urutan yaitu, suatu
proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang
berurut sesuai waktu dan ruang.
3.
Pelanggan yaitu, suatu
proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
4. Nilai tambah yaitu, transformasi
yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada
penerima.
5.
Keterkaitan yaitu, suatu
proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu
struktur organisasi.
6.
Fungsi silang yaiut, suatu
proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.
Terdapat tiga jenis proses bisnis:
1.
Proses manajemen, yakni proses yang
mengendalikan operasional dari sebuah sistem. Contohnya semisal Manajemen
Strategis
2.
Proses operasional, yakni proses yang meliputi
bisnis inti dan menciptakan aliran nilai utama. Contohnya semisal proses
pembelian, manufaktur, pengiklanan dan pemasaran, dan penjualan.
3.
Proses pendukung, yang mendukung proses inti.
Contohnya semisal akunting, rekruitmen, pusat bantuan.

Komentar
Posting Komentar