DIAGRAM FISHBONE
DIAGRAM
FISHBONE
Diagram
sebab-akibat (cause and effect diagram)
atau sering disebut juga sebagai “diagram tulang ikan” (fishbone diagram) atau diagram ishikawa (ishikawa diagram), sesuai
dengan nama Prof. Kaoru Ishikawa dari Jepang yang memperkenalkan diagram ini.
Diagram sebab-akibat adalah suatu
pendekatan terstruktur yang memungkinkan dilakukan suatu analisis lebih
terperinci dalam menemukan penyebab-penyebab suatu masalah, ketidaksesuaian,
dan kesenjangan yang terjadi. Diagram ini dapat digunakan dalam situasi di
mana: (1) terdapat pertemuan diskusi dengan menggunakan brainstorming untuk
mengidentifikasi mengapa suatu masalah terjadi, (2) diperlukan analisis lebih
terperinci terhadap suatu masalah, dan (3) terdapat kesulitan untuk memisahkan
penyebab dari akibat.
Penggunaan diagram sebab–akibat
mengikuti langkah-langkah Gazperz, (1997) berikut.
a. Dapatkan kesepakatn tentang masalah yang
terjadi dan ungkapan masalah itu sebagai suatu pertanyaan masalah.
b. Temukan sekumpulan penyebab
yang mungkin dengan menggunakan teknik brainstorming
atau membentuk anggota tim yang memiliki ide-ide yang berkaitan dengan
masalah yang sedang dihadapi.
c. Gambarkan diagram dengan
pertanyaan mengenai masalah untuk ditempatkan pada sis kanan (membentuk kepala
ikan) dan kategori utama, seperti bahan baku, metode, manusia, mesin,
pengukuran, dan lingkungan ditempatkan pada cabang utama (membentuk
tulang-tulang besar dari ikan). Kategori utama dapat diubah sesuai kebutuhan.
4. Tetapkan setiap penyebab
dalam kategori utama yang sesuai dengan menempatkannya pada cabang yang sesuai.
5. Untuk setiap penyebab yang
mungkin, tanyakan “mengapa” untuk menemukan akar penyebab, kemudian tulislah
akar-akar penyebab itu pada cabang-cabang yang sesuai dengan kategori utama
membentuk tulang-tulang kecil dari ikan). Untuk menemukan akar penyebab, kita
dapat menggunkan teknik bertanya “mengapa” sampai lima kali.
6. Interpretasi atas diagram
sebab-sebab itu adalah dengan melihat penyebab-penyebab yang muncul secara
berulang. Kemudian dapatkan kesepakatan melalui konsensus tentang
penyebab-penyebab tersebut.Selanjutnya, fokuskan perhatian pada penyebab yang
dipilih melalui konsensus.
7. Tetapkan hasil analisis
dengan menggunakan diagram sebab-akibat, dengan cara mengembangkan dan mengimplementasikan tindakan korektif,
serta memonitor hasil-hasil untuk menjamin bahwa tindakan korektif yang
dilakukan efektif karena telah menghilangkan akar penyebab dari masalah yang
dihadapi.
Gambar 1. Contoh Diagram Fishbone
Diagram fishbone dapat dipergunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
a. Menyimpulkan sebab-sebab variasi dalam proses.
b. Mengidentifikasi kategori dan subkategori
sebab-sebab yang mempengaruhi suatu karakteristik kualitas tertentu.
c. Memberikan petunjuk mengenai macam-macam data
yang dibutuhkan.


Komentar
Posting Komentar