APA ITU JASA?
JASA
1. Pengertian Jasa
Definisi jasa menurut Kotler
(2002) adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu
pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak
mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik.
Menurut Tjiptono (2001) menyatakan bahwa jasa merupakan aktivitas, manfaat, atau kepuasan
yang ditawarkan untuk dijual. Sedangkan pengertian jasa menurut menurut Swastha
(2000) mendefinisikan jasa adalah barang yang tidak kentara (intangible product) yang dibeli dan
dijual dipasar melalui suatu transaksi pertukaran yang saling memuaskan.
Dari definisi-definisi tersebut, dapat
disimpulkan bahwa jasa merupakan kegiatan atau manfaat yang ditawarkan dari
satu pihak kepada pihak lain, yang pada hakekatnya tidak berwujud dan memiliki
nilai bagi pembeli karena dapat memenuhi suatu kebutuhan tertentu.
2. Kategori-kategori Jasa
Jasa merupakan suatu kegiatan
penawaran yang tidak berwujud fisik, berbeda dengan produk yang nyata. Namun
produk yang ditawarkan biasanya sudah mencakup jasa (pelayanan), sehingga sulit
dipisahkan, hanya saja porsinya dapat berbeda.
Menurut
Kotler (2002), penawaran dapat dibedakan menjadi lima kategori yaitu:
1. Barang berwujud murni
Tawaran hanya terdiri dari barang
berwujud, tidak ada jasa yang menyertai produk itu. Misalnya : sabun, pasta
gigi, atau garam.
2.
Barang
berwujud yang disertai layanan
Tawaran terdiri dari barang
berwujud yang disertai dengan satu atau beberapa layanan. Misalnya : penjual
motor memberikan jaminan atau garansi, seperti satu tahun gratis service
kerusakan.
3. Campuran
Tawaran terdiri dari barang dan
jasa dengan proporsi yang sama. Misalnya: orang mengunjungi restoran untuk mendapatkan
makanan dan pelayanan.
4. Jasa utama yang disertai barang dan jasa tambahan
Tawaran terdiri dari satu jasa utama
disertai jasa tambahan dan atau barang pendukung. Misalnya para penumpang
pesawat terbang membeli jasa transportasi, perjalanan itu meliputi beberapa
barang yang berwujud seperti makanan, minuman, potongan tiket, dan majalah
penerbangan.
5. Jasa murni
Tawaran hanya terdiri dari jasa. Misalnya
: jasa menjaga bayi, psikoterapi, dan jasa memijat.
4. Karakteristik
Jasa
Keputusan pelanggan untuk membeli produk jasa yang
ditawarkan tergantung oleh pelayanan yang diberikan penyedia jasanya. Pelanggan
selalu menginginkan pelayanan yang terbaik sehingga pelayanan yang dinilai
“gagal” akan diingat dan dijadikan pengalaman oleh pelanggan.
Jasa memiliki beberapa karakteristik yang khas, yang
membedakannya dengan barang dan mempengaruhi organisasi dalam meningkatkan
kualitas. Karakteristik tersebut menimbulkan implikasi yang penting dalam
pemasaran jasa.
Menurut Saladin (2002),
jasa memiliki empat karakteristik,
yaitu:
1.
Tidak Berwujud (Intangibility)
Jasa mempunyai sifat tidak berwujud karena tidak bisa
dilihat, dirasa, didengar, diraba, atau dicium, sebelum ada transaksi
pembelian.
a. Tempat (place), yaitu berupa pelayanan interior maupun
eksterior bank yang mampu memberikan kesan yang meyakinkan atau menarik
pelanggan, misalnya mengenai kebersihan, penataan tempatnya dan lain-lain.
b. Karyawan (people),
yaitu berupa keramahtamahannya, kecepatannya, kerapiannya dan lain-lain.
c. Peralatan (equipment),
yaitu berupa kecanggihan peralatan yang dipergunakan (seperti komputer) dan
lain-lain.
d. Bahan Komunikasi (communication),
yaitu berupa brosur-brosur yang dicetak dan ditata dengan baik serta
bentuk-bentuk komunikasi lainnya.
e. Lambang (symbols),
yaitu berupa nama atau lambang singkat, menarik, dan memberikan kesan kejayaan
bank.
f. Harga (price),
yaitu berupa bunga yang jelas dan bersaing.
2. Tidak Dapat Dipisahkan (Inseparability)
Suatu bentuk jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, apakah
sumber itu merupakan orang atau mesin, apakah sumber itu hadir atau tidak,
produk fisik yang berwujud tetap ada.
3.
Berubah-ubah (Variability)
Jasa sesungguhnya sangat mudah berubah-ubah karena jasa ini
sangat bergantung pada siapa yang menyajikan, kapan dan dimana disajikan.
Dalam hal pengendalian kualitas, perusahaan jasa dapat
mengambil tiga langkah pokok, yaitu :
a. Seleksi
dan melatih karyawan yang cemerlang.
b. Selalu
menstandarisasi proses pelayanan dan organisasi melalui berbagai macam cara,
seperti penempatan ruangan dan personil pada tempat-tempat tertentu, adanya
sarana telepon bagi konsumen yang ingin atau memerlukan telepon.
c. Memonitor
perkembangan tingkat kepuasan konsumen melalui sistem saran dan keluhan, survey
pasar, sehingga dengan demikian pelayanan yang buruk dapat dihindarkan.
4. Daya Tahan (Perishability)
Daya tahan suatu jasa tidak akan menjadi
masalah jika permintaan selalu ada dan mantap karena menghasilkan jasa di muka
dengan mudah. Bila permintaan turun, maka masalah yang sulit akan segera
muncul.

Komentar
Posting Komentar